HIKMAH WUKUF DI ARAFAH

Bagikan

 Memasuki hari ke 20 ibadah haji PT Sangkan Hurip Bersama di tanah suci melaksanakan wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah. Inti Ibadah haji ialah wukuf di padang Arafah dengan berdiam diri dan berdo’a di padang luas di sebelah timur luar kota Makkah. Di Arafah inilah Rasulallah menyampaikan khutbahnya yang dikenal dengan khutbah perpisahan, karena tak lama setelah itu beliaupun wafat.

Dalam kesempatan ini, pembimbing KH Muslimin Ali, menyampaikan khutbahnya tentang hikmah wukuf di Arafah. Ada beberapa alasan penamaan ‘Arafah’ . Pertama, karena di situlah tempat bertemunya kembali Adam AS dan Hawa, dan untuk pertma kalinya di muka bumi keduanya saling mengenal kembali. Dalam bahasa Arab, bertemu dan saling mengenal  disebut dengan ‘ta’aruf (satu akar kata dengan Arafah). Sebagian ulama meyakini bahwa tempat pertemuan keduanya adalah di Jabal Rahmah yang ada di Arafah

Kedua, di tempat itulah Malaikat Jibril AS untuk pertama kalinya mengajari manasik haji kepada Nabi Ibrahim AS . Mengajari atau memberitahu dalam bahasa Arab disebut ‘arrafa – yu’arrifu’.  Setelah selesai pelajaran manasiknya, Jibril AS bertanya kepada Ibrahim AS, “arafta”? (“sudah mengertikah engkau?”) Lalu, Ibrahim  menjawab,”araftu”,(“Ya,aku sudah mengerti “)

Ketiga, menurut lbnu Abbas RA dinamakan dengan Arafah karena di tempat itulah manusia mengakui dosa dan kesalahan-kesalahannya, lalu mereka bertobat. “Arafa bi dzanbiht wa arafa kaifaa yatub” (mengetahui dosa-dosanya, dan mengetahui bagaimana cara bertobat). Karena, Adam  dan Hawa setelah keduanya dikeluarkan dari surga ke bumi. di Arafah-lah keduanya insyaf menyadari kesalahan dan dosanya kepada Allah, lalu memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya “Keduanya berkata: ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika  Engkau tidak  mengampuni kami  dan  rnernberi  rahmat kepada kami, niscaya pastilah kamitermasuk orang-orang yang merugi’.” (Qs. Al-A’raf [7]:23)

Di sanalah para jarnaah haji rnelaksanakan wukuf pada tanggal 9 Dzulhiliah, mendengarkan khutbah Arafah kemudian shalat Dhuhur dan Asar Jamak takdim qasar (dilakukan 2 : 2), dengan satu azan dan dua  kali iqamat, disusul dengan lantunan doa-doa kepada Allah SWT Rasulullah SAW pemah bersabda. ” Haji adalah  Arafah.

“Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram Dan berdzikirlah dengan rnenyebut Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.” (Qs.Al-Baqarah [2] 198)

Secara amaliyah, wukuf berbeda dengan thawaf,  sai, atau shalat yang membutuhkan gerakan-gerakan dan aktifitas tertentu. Namun, tidak ada aktifitas dalam wukuf kecuali dengan duduk memperbanyak istighfar, dzikir dan bermunajat kepada Allah SWT. Wukuf artinya berhenti atau berdiam diri. Wukuf mengaiarkan bahwa ia harus mampu merenungi dan menyadari dosa-dosa masa lalunya. Kemudian bertobat kepada Allah SWT. Allah ingin mengaiarkan kepada kita bahwa setiap orang memerlukan terminal pembehentian ditengah-tengah kesibukan duniawiahnya.

Maka bisa dipahami bahwa shalat pun, bagi orang beriman merupakan wukuf harian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.