Doa Thawaf Wada’ Lengkap Panduan Perpisahan Khusyuk di Makkah

Menyelesaikan rangkaian amalan di Tanah Suci merupakan momen yang sangat membahagiakan sekaligus mengharukan. Setelah menunaikan seluruh rukun ibadah, jemaah Muslim harus bersiap untuk kembali ke daerah asal. Namun demikian, syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak melenggang pergi begitu saja. Oleh sebab itu, memanjatkan doa thawaf wada’ menjadi penutup indah sebelum Anda mengakhiri masa tinggal di Kota Makkah.

Ritual perpisahan ini melambangkan rasa hormat dan syukur seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta. Ketika melangkahkan kaki di sekeliling Ka’bah untuk terakhir kalinya, batin jemaah umumnya menyimpan kerinduan yang mendalam. Oleh karena itu, melafalkan setiap dzikir dengan penuh kesadaran akan memperkuat ikatan batin Anda dengan Rumah Suci. Artikel ini mengulas secara lengkap panduan melafalkan doa thawaf wada’ agar akhir ibadah Anda berakhir dengan penuh ketenangan. Anda juga dapat melihat katalog paket umroh resmi kami untuk merencanakan perjalanan ibadah mendatang.

Urgensi dan Keutamaan Mengamalkan Doa Thawaf Wada’

Setiap amalan ibadah di Baitullah memiliki nilai keutamaan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, jemaah tidak boleh menganggap prosesi mengelilingi Ka’bah sebagai ucapan selamat tinggal ini sebagai rutinitas formalitas belaka. Melalui amalan ini, jemaah menitipkan harapan agar Allah SWT mengampuni seluruh khilaf dan dosa selama berada di Tanah Suci.

Para ulama menyepakati bahwa amalan perpisahan ini wajib hukumnya bagi sesiapa yang hendak keluar dari perbatasan Makkah. Kecuali bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, sengaja meninggalkan rukun perpisahan ini tanpa alasan dapat memicu sanksi denda (dam). Oleh sebab itu, memahami tata cara dan bacaan doa thawaf wada’ secara benar sangat penting agar ibadah Anda tetap bernilai sempurna.

Panduan Melafalkan Doa Thawaf Wada’ dari Putaran Awal hingga Akhir

Jemaah menjalankan prosesi perpisahan ini sebanyak tujuh kali putaran tanpa menyelinginya dengan gerakan sa’i. Agar perjalanan ibadah Anda berjalan khusyuk, ikutilah panduan bacaan secara runtut berikut ini.

1. Pelafalan Doa Thawaf Wada’ Putaran Pertama

Mulailah langkah Anda dari garis lurus Hajar Aswad sambil melambaikan tangan kanan dan membaca takbir. Selanjutnya, lantunkanlah bacaan pembuka berikut:

Bismillahi wallahu akbar, allahumma imaanan bika wa tashdiiqan bikitaabika wa wafaa-an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, kami beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.”

Setelah itu, lanjutkan langkah kaki Anda dengan terus mengagungkan nama Allah SWT.

2. Bacaan Khusyuk Putaran Kedua

Saat melangkah pada tahapan kedua, resapilah rasa syukur atas kesempatan beribadah di Tanah Suci. Pada bagian ini, fokuskan niat untuk memohon keselamatan dari keburukan akhirat:

Allahumma inna hadzal baita baituka wa hadzal harama haramuka wa hadzal amna amnuka wa hadza maqamul ‘a-idzi bika minan naar.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya rumah ini adalah rumah-Mu, tanah suci ini adalah tanah suci-Mu, dan tempat aman ini adalah tempat aman-Mu. Tempat ini adalah tempat perlindungan dari neraka.”

3. Pelafalan Doa Thawaf Wada’ Putaran Ketiga

Pada putaran ketiga, rasa haru biasanya mulai memenuhi dada jemaah. Oleh karena itu, panjatkanlah permohonan agar Allah menjauhkan diri Anda dari sifat tercela dan keraguan iman:

Allahumma inni ‘a-udzu bika minash syakki wash syirki wash syiqaaqi wan nifaaqi wa suu-il akhlaaqi wa suu-il manzhari wal munqalabi fil maali wal ahli wal walad.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, kemusyrikan, perpecahan, kemunafikan, keburukan akhlak, serta keburukan nasib harta dan keluarga.”

4. Bacaan Khusyuk Putaran Keempat

Selanjutnya, langkah Anda telah separuh jalan mengelilingi Baitullah. Pada tahapan pertengahan ini, mohonlah keberkahan atas segala amalan yang telah Anda kerjakan:

Allahummaj’alhu hajjan mabruuran wa sa’yan mashkuuran wa dzamban maghfuuran wa ‘amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuur.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ibadah ini haji/umroh yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal saleh yang diterima, dan perdagangan yang tidak rugi.”

5. Pelafalan Doa Thawaf Wada’ Putaran Kelima

Saat berjalan melewati area Rukun Yamani, para ulama menganjurkan jemaah memohon perlindungan di hari pembalasan kelak. Lantunkanlah permohonan ini dengan tulus:

Allahumma ‘azhillanii tahta zhilli ‘arsyika yauma laa zhilla illa zhilluka wa laa baaqiya illa wajhuka wa asqinii min haudhi nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, naungilah aku di bawah naungan ‘Arasy-Mu pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Mu, dan berilah aku minum dari telaga Nabi-Mu.”

6. Bacaan Khusyuk Putaran Keenam

Menjelang akhir prosesi, tingkatkanlah kekhusyukan batin Anda kepada Sang Maha Pengampun. Ucapkanlah permohonan maaf atas segala kesalahan dosa:

Allahumma inna laka ‘alayya huquuqan katsiiratan fii maa bainii wa bainaka wa huquuqan katsiiratan fii maa bainii wa baina khalqika. Allahummaghfir lii maa kaana منها lillahi.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau memiliki banyak hak atas diriku. Maka ampunilah dosa-dosaku yang berkaitan dengan hak-Mu.”

7. Pelafalan Doa Thawaf Wada’ Putaran Ketujuh

Pada putaran paling pamungkas, pasrahkan seluruh jiwa raga Anda di hadapan Baitullah. Panjatkanlah harapan agar momen ini bukanlah pertemuan terakhir Anda dengan Rumah Suci:

Allahumma laa taj’al hadza aakhiral ‘ahdi bibaitikal haraami wa in ja’altahu aakhiral ‘ahdi fa’awwidhniyyal jannata birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan waktu ini sebagai kali terakhir bagiku mengunjungi Rumah Suci-Mu. Jika Engkau menjadikannya yang terakhir, maka gantilah dengan surga-Mu wahai Yang Maha Pengasih.”

Membaca Doa Perpisahan di Area Multazam

Setelah menyelesaikan seluruh putaran dan melaksanakan shalat sunnah, jemaah memegang anjuran untuk berdiri di area Multazam. Tempat yang berada di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad ini merupakan lokasi yang sangat ijabah. Oleh sebab itu, lengkapi doa thawaf wada’ Anda dengan memanjatkan permohonan khusus perpisahan berikut ini:

Allahumma al-baitu baituka wal ‘abdu ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik. Hamaltanii ‘alaa maa sakhkharta lii min khalqika hatta sayyartanii fii bilaadika. Allahumma fa-in kunta radhiita ‘annii fazdad ‘annii ridhan.

Artinya: “Ya Allah, rumah ini adalah rumah-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu. Engkau telah membawaku mengarungi negeri-Mu dengan fasilitas yang Engkau tundukkan. Ya Allah, jika Engkau ridha kepadaku, maka tambahkanlah keridhaan-Mu kepadaku.”

Melafalkan doa ini di depan bangunan Ka’bah akan menghadirkan rasa haru yang mendalam. Selain itu, amalan ini menjadi bukti kerinduan hamba yang selalu berharap panggilan kembali ke Makkah. Jangan lupa untuk selalu memantau jadwal keberangkatan umroh terbaru kami agar dapat merencanakan kunjungan berikutnya.

Adab Mengelilingi Ka’bah saat Thawaf Wada’

Agar amalan perpisahan Anda bernilai sempurna dan mendapat penerimaan dari Allah SWT, perhatikanlah beberapa petunjuk adab di bawah ini:

  1. Memperbarui Kesucian Wudhu: Pertama, pastikan kesucian fisik Anda tetap terjaga dari hadats sepanjang mengelilingi Ka’bah.
  2. Segera Mempersiapkan Kepulangan: Kedua, setelah selesai melafalkan doa thawaf wada’, segera kembali ke penginapan untuk berangkat ke bandara.
  3. Mengabaikan Aktivitas Perniagaan: Selanjutnya, hindari kegiatan berbelanja pernak-pernik atau berjalan-jalan setelah prosesi wada’ selesai.
  4. Berjalan Secara Wajar: Kemudian, Anda tidak perlu melangkah mundur saat keluar masjid, sebab hal itu tidak memiliki petunjuk sunnah.
  5. Menjaga Lisannya dengan Shalawat: Akhirnya, hiasi perjalanan kepulangan Anda dengan senantiasa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketentuan Khusus Bagi Jemaah Wanita Berhalangan

Syariat Islam senantiasa memberikan kemudahan (rukhshah) bagi pemeluknya dalam kondisi tertentu. Bagi jemaah wanita yang mengalami haid atau nifas menjelang hari kepulangan, gugurlah kewajiban amalan perpisahan ini.

Oleh karena itu, wanita yang berhalangan tidak perlu mengelilingi Ka’bah dan tidak perlu melafalkan doa thawaf wada’ di dalam masjid. Mereka cukup memanjatkan doa dan salam pamit dari luar gerbang Masjidil Haram. Hal ini menunjukkan betapa luwesnya ajaran Islam tanpa mengurangi pahala ibadah yang telah jemaah tunaikan. Bila Anda memerlukan panduan lebih mendalam, silakan manfaatkan layanan konsultasi ibadah gratis kami.

Kesimpulan

Kesimpulannya, mempraktikkan doa thawaf wada’ dengan penuh penghayatan adalah penutup ibadah yang sangat indah bagi setiap jemaah. Melalui bait-bait dzikir perpisahan ini, Anda memohon agar Allah menerima seluruh amalan ibadah dan mengampuni dosa-dosa masa lalu. Oleh karena itu, hafalkan dan pahamilah makna bacaan ini sebelum waktu perpisahan Anda tiba.

Maka dari itu, mantapkan persiapan ibadah Anda secara menyeluruh sejak berada di tanah air. Jagalah kondisi kesehatan tubuh serta niat di dalam hati agar seluruh prosesi berjalan lancar. Semoga Allah SWT memudahkan perjalanan pulang Anda dan memanggil Anda kembali ke Makkah di masa mendatang. Semoga Anda meraih umroh yang mabrur.

Klik Dibawah Ini Untuk Hubungi

dian 08986687615

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. Sangkan Hurip Bersama

Menu

Beranda

About Us

Blog

Press Info

Features

Kontak Person

Dr. H. Pebi Kurniawan, M.M. : 0811-2066-574

Hj. Astri Puspaningrum, M.Kep. : 0813-2301-6650

Widya Astuti : 0896-2930-5670

Wishnu Dwi Putra : 0811-0265-240

Rina Etika Sari : 0898-2006-769

Muhammad Zein Fathira : 0851-5661-4068

Dian Palupi : 0898-6687-615

Kami Siap

Hubungi Kami

Kantor Bandung:

Kantor Tasikmalaya:

© 2026 PT. Sangkanhurip Bersama